Peran Penting Mahasiswa dalam Pembangunan Pertanian Indonesia

Mahasiswa saat sedang melakukan riset di lahan pertanian warga. Sumber foto: storage.tribus.id


Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam membangun Indonesia, serta sebagai jantung di setiap mahluk yang hidup. Suatu negara akan rusak apabila sektor penyedia pangan (pertanian) rusak. Namun, hingga saat ini, masih banyak problematika di sektor pertanian Indonesia akibat terhimpitnya kesejahteraan petani Indonesia, alih fungsi lahan, kurangnya pemahaman teknologi dan lainnya. Beberapa kebijakan telah dikeluarkan pemerintah, namun tak lantas membuat pembangunan pertanian di Indonesia kian meningkat. Lalu, bagaimana peran mahasiswa dalam membangun  pertanian Indonesia?

Alumni Agribisnis UIN Jakarta, Akbar Auliansyah mengatakan, peran mahasiswa sebagai agen perubahan pada permasalahan kontekstual dan krusial pada sektor pertanian. Mahasiswa dapat melakukan riset tentang diversifikasi lahan, efek kebijakan pemerintah terhadap pelaku usaha, dan riset-riset lainnya yang  diharapkan mampu memberi dampak langsung maupun tidak langsung terhadap keberlangsungan pembangunan pertanian di Indonesia.

“Mahasiswa juga dituntut mampu memberi masukan kepada rule-maker, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hal yang dapat membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan pertanian seperti cara bertani di lahan sempit, cara membentuk kelompok tani, cara membuat proposal usaha dan lain sejenisnya,” jelas Akbar saat dihubungi reporter RDK FM, Jumat (04/12).

Ia melanjutkan, pertanian Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain, baik dari cara bertani  maupun kebijakan pemerintah. Oleh karena tersebut, diperlukan adanya perkembangan teknologi pertanian yang diharapkan mampu memberi kontribusi lebih bagi petani dalam melakukan kegiatan operasional pertanian.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis semester sembilan, Hirzi Aulia mengatakan, mahasiswa sebagai milenial yang penuh inovasi, intelektual dan gairah dalam pembangunan berbagai lini sektor harus berperan penuh, dalam membela kesejahteraan bangsa terutama soal kedaulatan pangan.

“Mahasiswa juga berperan sebagai penggerak inovasi baru terhadap pertanian berkelanjutan baik dari hulu-hilir sampai pengolahan, seta management produk pertanian, agar memiliki nilai tambah lebih dan berdaya saing, dan mampu sebagai agen promosi produk pertanian lokal,” jelasnya.

“Sektor pertanian saat ini yang perlu dibantu yaitu sektor adaptasi teknologi pertanian, karena masih banyak dari petani yang modal terbatas dan kesulitan dalam investasi teknologi,” ungkapnya.

Ia berharap, adanya korelasi yang tepat antara pemerintah selaku pemangku kebijakan, dan mahasiswa penyambung lidah rakyat, serta petani milenial dan petani rakyat dapat bersama bersinergi menyatukan visi mulia dan memenuhi hajat umat manusia, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan memperbaiki pembangunan pertanian.

(Diah Ayu)

 

Leave a Reply

raja123 pasar123 sakti123 sido247 omega89 cair138 pusatwin koinvegas merdeka138