Pilih Laman

Pertanian Tradisional, Tujuan dan Manfaatnya

oleh | Agu 18, 2020 | Edukasi Pertanian | 0 Komentar

Pertanian tradisional merupakan suatu kegiatan yang sudah lama dikenal oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia yang erat kaitannya dengan bercocok tanam. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris memiliki subsektor pertanian yang cukup menjanjikan.

Pertanian Tradisional

Pertanian tradisional adalah pertanian yang masih bersifat ekstensif dan belum memaksimalkan input yang ada. Pertanian ini  juga mempunyai sifat tak menentu karena tempat untuk melakukan cocok tanam yang masih berpindah-pindah. Pertanian tradisional juga merupakan pertanian yang akrab dengan lingkungan karena tidak ada penggunaan pestisida selama proses produksi.

Namun pertanian ini masih sangat kurang dalam hal prodksi, dengan bertambahnya terus jumlah penduduk sehinggah pertanian tidak dapat mengimbangi kebutuhan pangan penduduk yang jumlahnya terus bertambah. Pertanian tradisional biasanya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup petani, namun tidak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi petani sehingga hasilnya tidak dapat mengimbangi kebutuhan penduduk yang terus meningkat.

Pertanian ini  masih banyak mengandalkan alam dan sangat tergantung dengan iklim. Pada pertanian tradisional belum digunakan teknologi untuk membantu kelancaran proses produksi dan masih banyak mengandalkan tenaga manusia selama mengerjakan kegiatan pertaniannya. Karena sistemnya yang masih sederhana menyebabkan biaya atau modal yang diperlukan dalam produksi pertanian masih sangat tergolong rendah atau tidak butuh banyak modal.

Tujuan Pertanian Tradisional

Pada zaman dahulu, pertanian traisional ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup para petani, sehingga tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Kebutuhan manusia pada pangan telah membawa manusia mulai bisa belajar tentang bertanam meskupun dengan alat yang sederhana. Hal tersebut yang menjadi ciri dari pertanian ini.

Dari alur pemikiran yang sangat sederhana sebenarnya telah membuktikan naluri manusia untuk bertahan hidup. Namun seiring waktu, bertambahanya jumlah penduduk, maka dibutuhkan sistem pertanian yang dapat memenuhi kebutuhan pangan sehingga sistem yang ada mulai berkembang menjadi pertanian konvensional.

Manfaat Pertanian Tradisional

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dengan metode pertanian tradisional ini, antara lain sebagai berikut;

Kelestarian Lingkungan Terjaga

Sumber daya pada lahan pertanian merupakan komponen utama dalam industri bahan pangan yang tidak dapat digantikan oleh peralatan atau mesin modern.

Lahan pertanian masih tetap diperlukan sepanjang masa, karena lahan bersama-sama dengan air, sinar matahari, gas karbon, dan tanaman. Adalah merupakan komplek mesin industri pangan yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah.

Namun keberadaan dan mutu lahan atau tanah pertanian dapat menjadi rusak karena keteledoran manusia. Karena sifat tidak acuh atau kurang memahami. Tugas para ilmuwan dalam bidang pertanian adalah untuk memandu dan membimbing masyarakat petani. Guna melestarikan mutu sumber daya lahan pertanian yang luasnya terbatas dan sangat riskan terhadap kerusakan oleh pengaruh iklim tropis.

Melestarikan Budaya dalam Sistem Bertani

Budaya agraris sangat kental di Indonesia. beberapa daerah di Indonesia dikenal karena budaya pertaniaannya yang kental seperti di daerah Bali yang sebagian besar dari mayoritas jenis mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani disawah.

Namun mata pencaharian pokok tersebut kini mulai bergeser pada jenis mata pencaharian lainnya yang tidak berkaitan dengan bidang pertanian. Terjadinya pergeseran ini. Karena semakin berkembangnya industri khususnya pariwisata di daerah tersebut yang menyebabkan sebagian masyarakat menganggap bertani bukan lagi sebagai sektor utama dalam mata pencahariannya.

Kondisi tersebut juga semakin diperparah dengan mulai dijualnya lahan pertanian untuk dialih fungsikan sebagai indutri pariwisata yang dinilai lebih menguntungkan.

Seni bertani secara tradisional sudah mulai ditinggalkan sehingga perlu adanya dobrakan pada pertanian yang dapat memberikan kesejahteraan nyata bagi petani. Berdasarkan contoh kasus tersebut, pertanian tradisional memegang peranan penting untuk dapat mempertahankan budaya bertani pada masyarakat.

ARTIKEL BERMANFAAT LAINNYA

Share This