Terobosan Baru! Panen Padi Tak Perlu Sawah Tapi Cuma Modal Bak Ukuran 2x3, Bagaimana Caranya?
https://infosurabaya.id/
Nasional

Terobosan baru dari Surabaya, panen padi hingga puluhan kilogram berhasil dilakukan tanpa membutuhkan sawah dan hanya modal bak ukuran 2x3 saja. Bagaimana caranya?

WowKeren - Sebuah inovasi terbaru di dunia pertanian kembali ditemukan. Kali ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya berhasil menanam dan memanen hasil padi tanpa mengandalkan sawah seperti pada umumnya.

Rupanya, padi yang dipanen ini telah ditanam di area Balai Kota kurang lebih selama tiga bulan. Hasilnya, DKPP Surabaya berhasil memanen kurang lebih 21 kilogram padi dalam jangka waktu 3 bulan.

Kepala Seksi Pengembangan Pertanian Perkotaan Dinas DKPP Surabaya, Antin Kusmira mengungkapkan hasil panen padi ini juga sangat bagus. Ia menegaskan padi yang ditanam tidak terserang oleh hama.

Antin menjelaskan jika DKPP memang telah menanam padi sejak bulan Juni 2020 di Balai Kota Surabaya sebagai contoh. Hasil positif yang didapatkan pihaknya dapat menjadi bukti jika padi tidak harus selalu dibudidayakan di sawah saja, namun juga bisa di rumah.


Adapun cara menanam padi di halaman Balai Kota Surabaya ini dengan mengandalkan bak fiber berukuran 2x3 meter. Satu bak tersebut dapat menghasilkan 3 kilogram padi. Antin menjelaskan pihaknya menanam padi di 7 bak sehingga mendapatkan hasil panen hingga 21 kilogram.

”Alhamdhulillah hasilnya bagus. Tidak terserang oleh hama,” ujar Antin Kusmira dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (3/9). “Nah kita mencontohkan dengan memakai bak fiber berukuran 2×3 meter. Kami letakkan di Balai Kota ini ada tujuh bak. Di antaranya tiga di halaman, dan empat di atas balkon.”

Walau sukses, namun Antin mengakui jika proses penanaman padi melalui bak fiber sendiri lebih sulit. Pasalnya, berbagai cara harus dilakukan agar padi dapat terbebas dari hama. Diantaranya adalah dengan selalu rutin melakukan penyiraman, penggenangan, hingga membuang airnya.

“Lalu yang tidak boleh lupa dilakukan adalah pengendalian dengan penyemprotan untuk mengontrol hama penyakit,” jelas Antin. “Ini penting dilakukan supaya tanaman padi bebas dari hama. Kita meminimalisir pemakaian insektisida kimia dan memakai yang alami.”

Terlepas dari kesulitannya, Antin menyebut terobosan ini merupakan angin segar bagi masyarakat Tanah Air. Pasalnya, warga dapat lebih mudah untuk mencoba dan belajar bercocok tanam di halaman rumahnya masing-masing untuk memenuhi makanan pokok.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts